Remote Server Menggunakan OpenSSH

Pendahuluan

Dalam administrasi sistem jaringan, seorang administrator tidak selalu berada di dekat server yang dikelolanya. Server dapat ditempatkan di ruang server, data center, atau lokasi yang berbeda dengan administrator. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah metode yang memungkinkan administrator mengelola server dari jarak jauh dengan aman.

Salah satu layanan yang paling banyak digunakan untuk melakukan administrasi server jarak jauh adalah OpenSSH (Open Secure Shell). Dengan OpenSSH, administrator dapat mengakses terminal server melalui jaringan sehingga dapat melakukan konfigurasi, pemeliharaan, monitoring, maupun troubleshooting tanpa harus berada di depan perangkat server.

Saat ini hampir seluruh server Linux menggunakan OpenSSH sebagai layanan remote administration karena bersifat aman, ringan, dan mudah digunakan.

Placeholder Gambar 1

Ilustrasi administrator mengelola server dari jarak jauh menggunakan SSH.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu:

  • Menjelaskan pengertian OpenSSH.
  • Menjelaskan fungsi dan manfaat layanan SSH.
  • Menginstal OpenSSH Server pada Linux Debian.
  • Mengelola layanan SSH.
  • Melakukan koneksi remote server menggunakan SSH Client.
  • Melakukan pengujian koneksi SSH.

Dasar Teori

Apa itu OpenSSH?

OpenSSH (Open Secure Shell) adalah implementasi open source dari protokol SSH (Secure Shell) yang digunakan untuk mengakses dan mengelola server secara aman melalui jaringan.

SSH menggantikan protokol lama seperti Telnet yang mengirimkan data dalam bentuk teks biasa (plain text). Pada SSH, seluruh komunikasi dienkripsi sehingga username, password, maupun data administrasi tidak mudah disadap oleh pihak lain.

Fungsi OpenSSH

Beberapa fungsi OpenSSH antara lain:

  • Remote login ke server.
  • Menjalankan perintah dari jarak jauh.
  • Transfer file secara aman menggunakan SCP atau SFTP.
  • Administrasi server Linux.
  • Tunneling dan port forwarding.

Komponen SSH

SSH Server

Komputer yang menyediakan layanan SSH dan menerima koneksi dari client.

SSH Client

Komputer yang digunakan untuk mengakses SSH Server.

Cara Kerja SSH

1. Client Mengirim Permintaan

Client mengirim permintaan koneksi ke server melalui port 22.

2. Server Menerima Permintaan

Server menerima koneksi dan mengirim identitasnya kepada client.

3. Proses Autentikasi

Pengguna memasukkan username dan password atau menggunakan SSH Key.

4. Koneksi Aman Terbentuk

Setelah autentikasi berhasil, pengguna dapat menjalankan perintah pada server.

Diagram proses:

Gambar 2 Diagram Remote Server

💡 SSH menggunakan enkripsi sehingga komunikasi lebih aman dibandingkan Telnet.

Praktikum Instalasi OpenSSH Server

Persiapan

Siapkan perangkat berikut:

  • 1 CT Debian 13 di Proxmox
  • Koneksi jaringan aktif
  • Hak akses root atau sudo
  • 1 Komputer Client

Langkah 1 – Melihat Alamat IP Server

ip a
Gambar 3 alamat IP

Contoh hasil:

10.40.1.44

Catat alamat IP tersebut karena akan digunakan untuk koneksi SSH.

Langkah 2 – Update Repository

apt update

Tunggu hingga proses selesai.

Gambar 4 Proses Update

Langkah 3 – Instal OpenSSH Server

apt install openssh-server -y

Tunggu hingga proses selesai.

Gambar 5 Install OpenSSH-Server

Langkah 4 – Memeriksa Status SSH

systemctl status ssh

Jika berhasil akan muncul informasi:

active (running)
Gambar 6 Status OpenSSH-Server

Langkah 5 – Mengaktifkan SSH Saat Boot

systemctl enable ssh

Langkah 6 – Memeriksa Port SSH

ss -tulpn | grep ssh

Contoh hasil:

tcp LISTEN 0 128 0.0.0.0:22

Artinya layanan SSH berjalan pada port 22.

Konfigurasi Lanjutan OpenSSH

Setelah berhasil menginstal OpenSSH, administrator dapat melakukan berbagai konfigurasi tambahan untuk meningkatkan keamanan dan kemudahan pengelolaan server.

Pada praktikum ini akan dilakukan:

  1. Mengaktifkan login root melalui SSH.
  2. Mengubah port default SSH.
  3. Menguji koneksi setelah perubahan konfigurasi.

⚠️ Perhatian

Pada lingkungan produksi, login root secara langsung melalui SSH umumnya tidak disarankan karena berpotensi meningkatkan risiko keamanan. Praktikum ini dilakukan untuk tujuan pembelajaran dan pemahaman konfigurasi OpenSSH.

Praktikum Mengaktifkan Login Root

Langkah 1 – Membuka File Konfigurasi SSH

Buka file konfigurasi OpenSSH menggunakan editor nano.

nano /etc/ssh/sshd_config
Gambar 7 Konfig OpenSSH-Server

Langkah 2 – Mencari Konfigurasi PermitRootLogin, dengan tombol arah.

Cari baris berikut:

#PermitRootLogin prohibit-password

atau

PermitRootLogin no
Gambar 8 Konfig Sebelum OpenSSH-Server

Ubah menjadi:

PermitRootLogin yes
Gambar 9 Konfig Sesudah OpenSSH-Server

Langkah 3 – Menyimpan Konfigurasi

Simpan file:

CTRL + O
ENTER
CTRL + X

Langkah 4 – Restart Layanan SSH

Agar konfigurasi diterapkan, lakukan restart layanan SSH.

systemctl restart ssh

Langkah 6 – Pengujian Login Root

Klien Windows bisa memakai CMD atau memakai Powershell atau menggunakan Putty, kalau putty bisa diunduh disini :

https://putty.org/

Dari komputer client jalankan CMD dan masukkan perintah:

ssh root@ALAMAT_IP_server

misal

ssh [email protected]

Kemudian bila muncul konfirmasi ketikkan saja yes maka akan muncul masukkan password root, masukkan saja passwordnya memang tidak kelihatan inputnya.

Gambar 10 Masuk OpenSSH-Server

Jika berhasil akan muncul prompt:

root@server:~#

Praktikum Mengubah Port SSH

Secara default OpenSSH menggunakan port:

22

Administrator dapat mengubah port untuk mengurangi percobaan serangan otomatis (automated scanning) dari internet.

Langkah 1 – Membuka Konfigurasi SSH

nano /etc/ssh/sshd_config

Langkah 2 – Mengubah Port

Cari baris:

#Port 22

atau

Port 22
Gambar 11 Port Sebelum OpenSSH-Server

Ubah menjadi:

Port 2222
Gambar 12 Port Setelah OpenSSH-Server

Langkah 3 – Menyimpan Konfigurasi

Simpan perubahan konfigurasi.

CTRL + O
ENTER
CTRL + X

Langkah 4 – Memeriksa Konfigurasi

Periksa apakah tidak ada kesalahan konfigurasi.

sshd -t

Jika tidak muncul pesan apa pun, berarti konfigurasi valid.

Langkah 5 – Restart SSH

systemctl restart ssh

Langkah 6 – Memastikan Port Baru Aktif

Periksa port yang digunakan SSH.

ss -tulpn | grep ssh

Contoh hasil:

tcp LISTEN 0 128 0.0.0.0:2222

Langkah 7 – Pengujian Koneksi

Karena port sudah berubah menjadi 2222, koneksi SSH harus menggunakan parameter port.

ssh -p 2222 [email protected]

Atau login sebagai user kalau ada:

ssh -p 2222 [email protected]
Gambar 13 Port New

Pengujian Dari Windows PowerShell

Jika menggunakan Windows:

ssh -p 2222 [email protected]

Verifikasi Konfigurasi

Setelah berhasil login melalui port baru, jalankan perintah berikut:

whoami
hostname
uptime

Contoh hasil:

student
debian-server
10:25:12 up 3 hours

⚠️ Troubleshooting

Connection Refused Setelah Mengubah Port

Penyebab:

  • SSH belum direstart.
  • Salah mengetik nomor port.
  • Firewall memblokir port baru.

Solusi:

systemctl restart ssh

Periksa kembali:

ss -tulpn | grep ssh

Tidak Bisa Login Root

Periksa konfigurasi:

grep PermitRootLogin /etc/ssh/sshd_config

Pastikan hasilnya:

PermitRootLogin yes

Periksa juga apakah root memiliki password.

passwd -S root

Menggunakan PuTTY

  1. Buka aplikasi PuTTY.
  2. Masukkan alamat IP server.
  3. Gunakan port 22 / 2222.
  4. Klik Open.
  5. Login menggunakan username dan password.
Gambar 14 Port Putty

Pengujian Koneksi

Setelah berhasil login, jalankan perintah berikut:

Menampilkan Hostname

hostname

Menampilkan User Aktif

whoami

Menampilkan Tanggal dan Waktu

date

Menampilkan Lama Server Menyala

uptime

Jika seluruh perintah dapat dijalankan, maka koneksi SSH berhasil.

⚠️ Troubleshooting

Connection Refused

Penyebab:

  • SSH belum berjalan.
  • Firewall memblokir port 22.

Solusi:

systemctl restart ssh

Connection Timed Out

Penyebab:

  • Alamat IP salah.
  • Jaringan tidak terhubung.

Solusi:

ping IP_SERVER

Permission Denied

Penyebab:

  • Username salah.
  • Password salah.

Solusi:

  • Periksa username.
  • Periksa password.
  • Pastikan akun pengguna tersedia pada server.

Tips Keamanan SSH

  • Gunakan password yang kuat.
  • Hindari login root secara langsung.
  • Gunakan SSH Key Authentication.
  • Lakukan update sistem secara berkala.
  • Batasi akses hanya dari jaringan tertentu.

Kesimpulan

OpenSSH merupakan layanan yang memungkinkan administrator mengelola server dari jarak jauh secara aman melalui jaringan. Dengan OpenSSH, proses administrasi server menjadi lebih mudah karena konfigurasi dan pemeliharaan dapat dilakukan tanpa harus berada di depan server secara langsung. OpenSSH menjadi salah satu layanan dasar yang wajib dikuasai oleh seorang administrator sistem jaringan karena digunakan hampir di seluruh lingkungan server Linux modern.

OpenSSH dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan administrator. Login root memungkinkan administrasi server dilakukan secara langsung menggunakan akun root, sedangkan perubahan port SSH dapat membantu mengurangi percobaan akses otomatis dari pihak yang tidak berwenang. Setiap perubahan konfigurasi harus diuji dengan baik agar layanan SSH tetap dapat diakses.

Tinggalkan Balasan